Oleh: agusta2y | 28 Oktober 2008

LILIN

“Lilin”

Lilin adalah penerang. Tak hanya sekedar penerang, kini lilin bergeser nilai menambah unsur estetikanya, membuat lilin menjadi hiasan pula. Ada kesan lain dengan lilin, berbeda dengan sarana penerangan modern berupa lampu. Romantis, barangkali itulah sebab dikenalnya “candle light dinner” di kalangan pasangan yang sedang memadu kasih.

Lilin fungsi utamanya adalah menerangi sekeliling. Sama halnya dengan manusia. Setiap manusia layaknya bisa memberi penerangan bagi sesama atau bahkan makhluk hidup lainnya. Khususnya bagi seorang muslim, karena yang didakwahkannya adalah din yang “rahmatan lil ‘alamin“. Manusia memberi dan menerima, belajar dan mengajar. Antara yang didapat dan diberikan haruslah seimbang, agar tidak seperti lilin yang meleburkan dirinya sementara menerangi sekitarnya.

Oleh: agusta2y | 27 Oktober 2008

Siapa Yang Paling Pantas?

Oleh: agusta2y | 13 September 2008

Menoreh Cinta dari Desa, Untuk Pendidikan Bangsa

Peduli negeri bertajuk judul di atas merupakan sebuah kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh teman-teman Forum Anggota Muda Persatuan Insinyur Indonesia Jogja dalam Ekspedisi Menorehnya, yang kemudian merangkul teman-teman LPKTA UGM untuk mengadakan sebuah KKN tematik (Pendidikan). Tiga puluh lima mahasiswa peduli kemudian berikrar sebagai Laskar Menoreh telah meramu sedemikian rupa sehingga jadilah sebuah program besar sebagai wujud peduli pendidikan bangsa. Baca Lanjutannya…

Oleh: agusta2y | 13 April 2008

Relativitas Kaya dan Miskin

Teori relativitas Einstein nampaknya berlaku pada seluruh aspek kehidupan. Begitu juga dengan kaya dan miskin.Kekayaan yang berlimpah seringkali menjadikan seseorang tak dapat merasakan banyaknya jumlah harta yang dimiliki. Sebaliknya, ada yang kekurangan tetap bisa tersenyum ikhlas, bahagia menjalani kehidupannya. Baca Lanjutannya…

Kategori